pariwisata kabupaten trenggalek

Minim SDA, BUMDes di Beberapa Desa Keteteran

  Dibaca : 703 kali
Minim SDA, BUMDes di Beberapa Desa Keteteran
badan-usaha-milik-desa
space ads post kiri

* Perekonomian Terdongkrak Jika BUMDes Kerja Maksimal

Tim pendamping pengelolaan dan penyusunan pelaporan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kabupaten Trenggalek klaim pelaksanaan BUMDes disejumlah Desa di Trenggalek bukan berdasarkan minimnya pembinaan tetapi karena minimnya SDA dari masing-masing Desa.

Hal tersebut diakui karena selama setahun terakhir laporan pelaksanaan BUMDes menunjukkan, beberapa Desa yang memang dirasa kurang dalam pemenuhan standar pelaksanaan BUMDes.

Pihaknya menuturkan, BUMDes se-Kabupaten Trenggalek berdiri pada tanggal 29 Nopember 2001 didirikan secara serentak di 152 desa.

“Sejak Tahun 2001 sampai dengan Tahun 2012 Pembinaan BUMDes berada dibawah pengawasan Setda Kabupaten Trenggalek Bagian Tata Pemerintahan Sub Bagian Tata Pemerintahan Desa,” terang Khoirudin , selaku pengawas BUM Des Kabupaten Trenggalek saat ditemui dikantornya.

Namun, di Tahun 2013 pembinaan dan pengawasan BUMDes diwilayah Kabupaten Trenggalek diambil alih oleh Bapemas Kabupaten Trenggalek hingga saat ini.

Namun, seiring perjalanan BUMDes sampai saat ini terdapat BUMDes yang dikategorikan dalam 3 kategori yakni baik, sedang dan kurang.

Demikian juga harapan Pemerintah Kabupaten Trenggalek diawal pembentukan BUMDes 14 Tahun yang lalu, seharusnya BUMDes sudah berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan Pemerintah Desa.

Oleh karena itu, untuk minta pengawasan dan pembinaan agar dilakukan secara terus menerus, karena BUMDes merupakan salah satu aset dalam meningkatkan pendapatan asli desa (PAD) terlebih yang masuk kategori kurang.

“Dalam hal ini, utamanya di desa-desa yang BUMDesnya belum berjalan maksimal memang perlu ditekankan untuk lebih baik dalam pengelolaanya. Dan dibutuhkan pula managemen yang baik agar pelaksanaan BUMDes mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat didesanya, ” imbuh Khoirudin.

Karena BUMDes mampu memperkuat pendapatan desa, selain itu juga bisa menjadi motor penggerak perekonomian desa yang di kelola Pemerintah desa dan masyarakat dengan cara inovatif dan kreatif.

”Jika BUMDes berjalan dengan maksimal, maka akan bisa mendongkrak pendapatan dan meningkatkan perekonomian masyarakat desa,” pungkasnya. (fal/mil)

Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional