pariwisata kabupaten trenggalek

TNI/Polri Gagalkan Penyelundupan Pupuk Ilegal

  Dibaca : 191 kali
TNI/Polri Gagalkan  Penyelundupan  Pupuk Ilegal
space ads post kiri

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort Trenggalek kembali berhasil menyita puluhan pupuk bersubdisi berbagai jenis. Menurut informasi yang dihimpun koran ini, berawal (11/1/2016) sekira pukul 16.30, salah satu anggota TNI Kodim 0806 Trenggalek bernama Hartoyo mendapatkan informasi dari warga setempat yang menyebutkan bahwa pelaku berinisial P (62) warga Rt 19 Rw 06 Desa Ngulankulon Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek menjual pupuk tanpa ijin resmi.

ILEGAL : Polisi tunjukkan pupuk bersubdisi yang disita. (mil)

ILEGAL : Polisi tunjukkan pupuk bersubdisi yang disita. (mil)

Kapolres Trenggalek AKBP I Made Agus Prasetya SIK MHum melalui Kasubag Humas Polres Trenggalek Iptu Adit Suparno membenarkan adanya kasus penyelundupan pupuk ilegal dalam keterangan pers release, Senin (1/2).

“Pelaku beserta barang bukti dibawa oleh anggota Kodim yang selanjutnya dibawa ke Mapolres Trenggalek. Barang bukti kurang lebih 90 karung pupuk bersubsidi berbagai jenis, namun ada 1 sak seberat 4,5 kg jenis Za,” ucapnya saat dikonfirmasi koran ini.

Menurutnya, pelaku saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh anggota penyidik Polres Trenggalek guna pengembangan kasus lebih lanjut. Jenis pupuk bersubsidi yang berhasil diamankan pihak kepolisian diantaranya 37 zag pupuk bersubsidi jenis Phonzka, 48 zag pupuk bersubsidi jenis Urea sedang sisa seberat 4,5 kg adalah pupuk jenis Za.

“Alhasil, pelaku tidak hanya beraksi seorang diri namun dari hasil pengembangan turut menyeret pelaku lain berinisial S (50) yang masih dalam pemeriksaan,” imbuh Suparno.

Masih terang perwira pangkat 2 balok dipundak ini, kedua pelaku masih dalam proses penyidikan dan penyelidikan pihak kepolisian. Dalam hal ini, pelaku melanggar pasal 6 ayat 1 huruf b Undang-Undang Darurat RI nomor 7 tahun 1955 Jo pasal 8 Perpu nomor 8 tahun 1952 Jo ayat 1 Perpres nomor 77 tahun 2005 sebagaimana telah diubah dengan Perpres nomor 15 tahun 2011 Jo pasal 23 Peraturan Menteri Perdagangan RI nomor 15/M-Dag/Per/4/2013.

Disamping itu dirumah pelaku S juga telah disita sejumlah uang Rp 115 ribu sebagai barang bukti hasil penjualan pupuk ilegal. Ancaman hukuman yang dijatuhkan kepada kedua pelaku penyelundupak pupuk ilegal ini yakni 3 tahun penjara.(fal/mil)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional