pariwisata kabupaten trenggalek

Targetkan Pecandu dan Pengedar Narkotika Menurun

  Dibaca : 205 kali
Targetkan Pecandu dan Pengedar Narkotika Menurun
space ads post kiri

* Drs Hari Triyogo SSt.MK: Pil Koplo Marak Digunakan Karena Harganya Murah

Pergantian Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Trenggalek beberapa waktu lalu, tak membuat BNN sebagai Leading Sector dalam hal pencegahan peredaran narkoba di Trenggalek menjadi menurun. Peredaran narkoba jenis sabu-sabu ataupun ekstasi terlebih di Kabupaten Trenggalek memang tergolong jarang, namun perkembangan obat-obatan terlarang yang marak saat ini yakni pil koplo

Kepala BNNK Trenggalek, Drs. Hari Triyogo

Kepala BNNK Trenggalek, Drs. Hari Triyogo

“Peredaran narkotika itu sendiri relatif kecil jika untuk wilayah Trenggalek, berbeda dengan pil dobel L yang semakin hari semakin marak,” terang Drs Hari Triyogo SSt. MK saat dikonfirmasi Koran ini, Selasa (02/02).

Dapat dikatakan pil koplo marak digunakan selain harganya yang relatif murah, untuk mendapatkannya pun tidak memerlukan resep dari dokter. Hal inilah yang menjadi masyarakat khususnya kaum remaja untuk disalahgunakan.

Menurutnya, atas dasar tersebut Hari begitu panggilan akrabnya disapa, sontak mengambil langkah-langkah guna meminimalis peredaran narkoba khususnya pil LL. “Berbagai upaya akan terus kami lakukan dan tingkatkan, seperti sosialisasi ke sejumlah lokasi terlebih pelajar baik tingkat SD, SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi,” tandas pria asal ibukota Jakarta ini.

Dalam hal ini merupakan kebijakan Provinsi yang mana pemahaman-pemahaman terkait penyalahgunaan narkotika diikutkan kedalam salah satu mata pelajaran kurikulum terpadu saat ini. Dengan masuknya pelajaran akan bahaya narkoba ini, tentu pelajar akan lebih mengerti dan sadar yang nantinya mereka tidak akan lagi menyentuh barang haram itu lagi disamping dapat memberikan efek negatif bagi kesehatan tubuh serta melanggar tindakan hukum yang berlaku.

“Namun dalam hal ini BNNK tidak serta merta berjalan sendiri dalam aksi ancaman narkoba diwilayah Trenggalek. komponen masyarakat maupun Pemerintah Daerah juga sangat diperlukan dalam tindak pencegahan peredaran narkoba ini,” imbuhnya.

Disinggung mengenai pemberitaan yang menyebutkan ada salah satu oknum aparat penegak hukum yang divonis hukuman mati karena kedapatan menyimpan narkotika seberat 13 kg, mantan Kepala BNN Kota Batu ini menegaskan bahwa hal tersebut sangat tidak patut dicontoh.

“BNN itu sendiri diawaki oleh pihak kepolisian yang juga disertai Undang-Undang Narkotika, meskinya perbuatan semacam itu tidak perlu dilakukan atau bisa dikatakan, ada jurang tetapi ia terjun. Tentu hal tersebut mengundang banyak pertanyaan, kenapa sampai dilakukan perbuatan tersebut,” tutur Hari.

Pengganti Kepala BNNK Trenggalek AKBP I Made Ardjana ini juga menegaskan bahwa target ditahun 2016 ini pihaknya akan berupaya untuk menekan angka peredaran narkoba jenis apapun khususnya diwilayah Trenggalek.

“Kondisi narkotika di Indonesia, spesifiknya di kota-kota besar atau Kabupaten tidak menutup kemungkinan akan terjadi peredaran narkoba. Tetapi kami akan berupaya untuk menurunkan angka narkoba yang pasif,” pungkas pria yang menjabat sebagai Kepala BNNK Trenggalek 1 bulan yang lalu ini.
Pihaknya berpesan, agar dalam pencegahan narkoba baik pecandu ataupun pengedar juga didukung oleh masyarakat serta jajaran Pemerintah setempat.(fal/mil)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional