pariwisata kabupaten trenggalek

Ratusan Seniman Jaranan Kecewa

  Dibaca : 478 kali
Ratusan Seniman Jaranan Kecewa
Atraksi seniman jaranan Trenggalek
space ads post kiri

* Tak Diizinkan Arak-arakan Bupati-Wabup Trenggalek

Meski arak-arakan Bupati dan wakil Bupati Trenggalek telah usai lima hari yang lalu, namun hal itu ternyata menyisakan persoalan.

Salah satunya terkait ditolaknya para pecinta seni jaranan untuk ikut serta dalam kegiatan arak-arakan lantaran minimnya anggaran.

Padahal, menurut Ketua Komunitas Pecinta Seni Jaranan Trenggalek, Trimo Dwi Cahyo, ia dan 300 orang pecinta seni jaranan lainnya tidak mempersoalkan anggaran.

“Kita itu hanya ingin turut memeriahkan saja atas kemenangan Emil dan Arifin, kita tidak minta dibayar kok,” ungkap Trimo saat ditemui media, Selasa (23/2).

Diceritakan oleh Trimo, sebelum arak-arakan itu digelar, pihaknya sempat menghubungi Kepala Bagian Humas Trenggalek Yuli Priyanto. Pihaknya saat itu mempertanyakan apakah bisa turut serta berpartisipasi dalam kegiatan itu.

“Sudah tidak ada tempat bagi para pecinta seni jaranan, sebab jalur alun-alun Trenggalek yang akan dilewati untuk arak-arakan Emil dan Arifin harus steril,” kata Trimo menirukan ucapan Yuli Priyanto.

Trimo beserta ratusan orang pecinta seni jaranan akhirnya mengalah. Belakangan diketahui bahwa dalam arak-arakan Emil-Arifin itu ternyata muncul kelompok seni jaranan dari kelompok lain yang turut serta. Inilah yang pada akhirnya membuat kecewa Trimo dan ratusan seniman jaranan Trenggalek.

Menurut Trimo, kelompok seni jaranan yang saat itu turut serta dalam arak-arakan kurang lebih hanya 50 orang. Padahal, lanjut Trimo, pihaknya bila saat itu diizinkan akan mengerahkan sejumlah 300 seniman jaranan Trenggalek secara gratis.

Sementara Yuli Priyanto ketika hendak dikonfirmasi di ruang kerjanya tidak ada di tempat. Salah satu petugas menyatakan bahwa Yuli sedang ke lapangan bersama Bupati Emil. (val)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional