pariwisata kabupaten trenggalek

Rumah Oplosan LPG Digerebek

  Dibaca : 289 kali
Rumah Oplosan LPG Digerebek
OPLOSAN: Polisi tunjukkan barang bukti beserta pelaku pemalsuan LPG
space ads post kiri

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Trenggalek berhasil meringkus pelaku pemalsuan dan pengoplosan LPG di Kabupaten Trenggalek. Pelaku bernama Wahyu Adriawan (22) berhasil diamankan pihak kepolisian Kamis (25/2) sekitar pukul 00.15. Penangkapan ini dilakukan di rumahnya di Rt 08 Rw 03 desa Ngadisuko Kecamatan Durenan Trenggalek.

Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak kepolisian, pelaku yang pernah menjadi sopir di agen LPG di Kabupaten Tulungagung. Dan baru kali ini pelaku beroperasi di Trenggalek tepatnya di Kecamatan Durenan selama kurang lebih 5 bulan.

Penangkapan tersebut dibenarkan oleh Kapolres Trenggalek AKBP I Made Agus Prasetya SIK MHum melalui Kasubag Humas Polres Trenggalek Iptu Adit Suparno, Senin (29/2). “Pengoplosan LPG subsidi ke non subsidi dilakukan dari LPG 3 kg dimasukan ke LPG 12 kg. Kemudian yang pelaku juga telah melakukan labelisasi seolah-olah keasliannya dilakukan oleh pihak pertamina. Langkah itu dilakukan pelaku bertujuan untuk mengecoh pelanggannya,” ucapnya saat dikonfirmasi koran ini.

Menurut Suparno, sudah beberapa kali pelaku dilaporkan oleh masyarakat. Namun setelah mengetahui perbuatan pelaku telah merugikan banyak pihak, masyarakat berani melaporkan tindakan tersebut ke pihak yang berwajib.

“Hasil LPG oplosan ini dijual melebihi harga subsidi. Keuntungan dari penjualan hasil oplosan ini per tabungnya untung Rp 36 ribu. Dalam operasi ini mereka jalankan secara pesanan dari konsumen saja, ” imbuh perwira pangkat 2 balok dipundaknya ini.

Berdasarkan pengakuan pelaku, dalam setiap kali pemasaran hanya di lingkup Kecamatan Durenan sampai Ngunut Tulungagung. Saat ini barang bukti seperti alat-alat pengoplosan, tabung gas 12kg berjumlah 50 tabung dan kendaraan jenis pick up warna hitam Nopol AG 9086 RA sudah diamankan oleh pihak kepolisian guna pengembangan proses hukum lebih lanjut.

Jadi ini adalah informasi masyarakat dan kami kembangkan penyelidikan. Terungkaplah mereka membeli gas tabung 3kg subsidi kemudian mereka masukan ke dalam tabung 12 kg non subsidi. “Atas kasus ini pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis, yaitu UU minyak dan gas pasal 53 dan UU perlindungan konsumen pasal 55. Dimana untuk perlindungan konsumen ancaman pidana 6 tahun penjara sedangkan UU migasnya maksimal 3 tahun penjara,” ujar Adit Suparno.(mil/far)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional