pariwisata kabupaten trenggalek

Harga Kebutuhan Bumbu Dapur Kian Melonjak

  Dibaca : 207 kali
Harga Kebutuhan Bumbu Dapur Kian Melonjak
space ads post kiri

* Penjual dan Pembeli Sama-Sama Resah

Sejumlah harga kebutuhan pokok bumbu dapur saat ini kian merangkak naik, kenaikan tersebut yang membuat resah masyarakat. Saat ditelusuri disalah satu pasar di Trenggalek, hal tersebut memang benar adanya.

Kenaikan yang saat ini terjadi menyebabkan para konsumen banyak yang mengeluh. Terlebih bagi warga yang berprofesi sebagai pedagang makanan. Tentu hal ini sangat berdampak bagi kelangsungan pedangang makanan dan masyarakat pada umumnya.

Bukan hanya konsumen, namun juga dirasakan oleh pedagang yang serta merta menaikkan harga bumbu dapur. Dampak yang dirasakan dari kenaikan harga ini sangat dirasakan, pasalnya pedagang juga membutuhkan modal yang besar untuk membeli barang yang akan dijual kembali.

“Harga bumbu dapur saat ini memang sedang mengalami kenaikan. Tidak hanya pembeli, saya penjualpun juga bingung jika barang dagangan mengalami kenaikan. Karena untungnya sedikit tetapi modalnya tinggi,” keluh Brintik (45), salah satu pedagang saat dikonfirmasi Memo X, Kamis (10/03).

Sehubungan dengan naiknya harga bumbu dapur saat ini, penjual tak lantas untuk tidak memproduksi barang dagangannya.

Karena mereka sadar kalu bahan dapur menjadi bahan pokok bagi rumah tangga. Oleh karena itu pembeli juga tidak bisa menghindari kenaikan yang saat ini terjadi.

Berdasarkan pantauan di lokasi, beberapa bumbu dapur yang mengalami kenaikan diantaranya cabai merah yang semula seharga Rp.15 ribu per kilogram kini menjadi Rp.50 ribu per kilogram, sedangkan bawang merah yang semula Rp.12 ribu per kilogram menjadi Rp.40 ribu perkilogram.

Kenaikan yang rata-rata Rp.30 ribu ini memang terbilang cukup tinggi bagi para konsumen. Dengan kenaikan harga bumbu dapur ini maka pedagang dan pembeli merasakaan dampak yang sama.

“Tidak terlalu kaget karena sebenarnya kenaikan harga ini hampir tiap bulan mengalami kenaikan atau juga sebaliknya. Tapi saya juga bingung dengan harga yang akan saya jual lagi karena saya beli juga untuk saya jual lagi dan keuntungan yang saya peroleh sangat minim dengan adanya kenaikan harga ini,” ungkap Sulis, salah satu pembeli.

Kenaikan sejumlah harga bumbu dapur ini diakibatkan karena hasil panen yang menurun, sedang angka konsumen yang semakin tinggi. Memang harga cabai merah dipasaran dari dulu selalu mengalami kenaikan dan penurunan harga diluar perkiraan.

Namun, para konsumen mengharapkan tidak akan terjadi kenaikan harga lagi. Sebab kenaikan harga saat ini saja sudah menjadikan mereka resah. (mil/far)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional