pariwisata kabupaten trenggalek

Dispendukcapil Jemput Bola Untuk Cetak e-KTP

  Dibaca : 331 kali
Dispendukcapil Jemput Bola Untuk Cetak e-KTP
Salah satu warga lansia sedang menjalani perekaman e-KTP oleh petugas Dispendukcapil
space ads post kiri

* Diutamakan Warga Jompo dan Lansia

Perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) yang turun langsung ke desa-desa atau secara mobile keseluruh Kecamatan sudah mulai intens dilakukan.

Kali ini perekaman e-KTP difokuskan di desa Sukorejo Kecamatan Gandusari dengan sasaran masyarakat yang berusia lanjut. Hal tersebut dilakukan agar program Pemerintah yang mengutamakan 1 KTP seumur hidup ini mampu tercukupi.

“Program Pemerintah ini dimaksudkan agar seluruh elemen masyarakat yang masih minim kesadaran terlebih pada usia-usia senja untuk mencari e-KTP mampu mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat,” ucap Kepala Dusun Dawuhan Pule, Slamet Riyanto saat dikonfirmasi koran ini, Kamis (10/03).

Menurutnya, kesadaran masyarakat akan pentingnya kepemilikan e-KTP ini sangat minim. Terlebih masyarakat yang sudah memiliki usia yang tidak muda lagi, hal itulah yang membuat Pemerintah bersama Dinas terkait untuk melakukan aksi jemput bola agar kedepan seluruh masyarakat memiliki Kartu Tanda Peduduk Elektronik.

”Hari ini dilakukan perekaman e-KTP kepada 8 orang yang 4 diantaranya sudah jompo dan lansia. Maka aksi jemput bola seperti ini sangat membantu masyarakat khususnya bagi yang tidak mampu lagi mengurus surat-surat kependudukan dikantor Dispendukcapil,” tandasnya.

Dari sebagian data yang ada, beberapa kondisi masyarakat yang tercantum dalam kategori lansia ini kondisi kesehatannya sudah tidak sehat lagi seperti lumpuh, struk dan tidak bisa berjalan.

Oleh karenanya, Pemdes bersama-sama dengan Dispendukcapil melakukan jemput bola atau door to door kepada masyarakat yang benar-benar tidak mampu lagi dalam mengurus surat-surat kependudukan.

“Sebelum dilakukan perekaman e-KTP ini memang sebelumnya, sudah dilakukan sosialisasi terkait pentingnya kepemilikan KTP. Agar selanjutnya, yang bersangkutan bersedia melakukan perekaman e-KTP guna kelancaran program pemerintah,” pungkas Slamet.

Pria yang menjabat sebagai kasun selama 18 tahun ini juga menegaskan, pihaknya tidak mau mengambil resiko jika ada warga yang sebelumnya tidak memiliki tanda kependudukan serta merta membayar untuk kepengurusan KTP guna kepentingan-kepentingan yang mendadak.

Disamping itu, Heppy Kristin selaku petugas dari Dispendukcapil yang ditunjuk dalam kegiatan jemput bola tersebut mengaku kewalahan menghadapi warga lansia untuk melakukan perekaman e-KTP.

“Kendalanya pada saat pengambilan finger pin atau sidik jari yang mana jari-jari tangan mereka sudah tidak dalam keadaan sehat. Perlu adanya kesabaran ekstra dalam pengambilan sidik jari, karena bukan kita tetapi programnya yang dapat membaca dan menilai,” tutur wanita berhijab ini.

Masih terang Heppy, dalam aplikasi pengendalian sidik jari juga bisa dilewati jika memang ada salah satu jari yang tidak sempurna atau patah.

Meski begitu, wanita bertubuh mungil ini juga berharap adanya kesinambungan antara masyarakat dan pihak yang bersangkutan agar terciptanya program pemerintah yang lebih baik dan merata.

Dikonfirmasi terpisah, Darsono selaku Kasi penyuluhan dan informasi Dispendulcapil Kabupaten Trenggalek menuturkan pentingnya memiliki data kependudukan merupakan hak setiap warga negara.

“Memiliki data kependudukan sudah menjadi hak setiap warga negara dan diharapkan masyarakat mampu memenuhi hak tersebut sebagai kebutuhan dan berharap dengan memiliki data kependudukan , warga negara bisa mendapatkan hak-hak yang menjadi miliknya,” tambahnya. (mil)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional