pariwisata kabupaten trenggalek

3 Kasus Korupsi di Trenggalek Masuk Meja Hijau

  Dibaca : 453 kali
3 Kasus Korupsi di Trenggalek Masuk Meja Hijau
Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Trenggalek, Muhammad Adri Kamahudin
space ads post kiri

* KasiPidsus : Ketiga Terdakwa Sudah Dipindah ke Rutan Medaeng Sidoarjo

Kasus tindak pidana korupsi di Kabupaten Trenggalek kembali terjadi, kali ini melibatkan 3 terdakwa sekaligus. Kasus 3 terdakwa yang ditangani pihak Kejaksaan Negeri Trenggalek ini sudah memasuki tahap persidangan.

Ketiga terdakwa diantaranya Endah Mintarti selaku bendahara UPK sejak tahun 2006 pada perguliran simpan pinjam perempuan (SPP) Kecamatan Kampak tahun 2013-2014.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Trenggalek Muhammad Adri Kamahudi saat ditemui dikantornya, Senin (14/03).

“Terdakwa Endah menyalahgunakan dana pengguliran untuk kepentingan pribadi yang dilakukan sejak yahun 2009 sampai 2014 yang merugikan negara sebesar Rp 179 juta,” ucapnya kepada Koran ini.

Disamping Endah, terdakwa Katni alias Jito bin Wagimin selaku bendahara desa Ngerdani Kecamatan Dongko pada (18/08) tahun 2014 lalu bersama Kepala Desa mencairkan uang atas rekening bendahara umum kas Pemdes disalah satu bank unit Dongko sejumlah Rp 88 juta.

Selanjutnya, lanjut Adri uang tersebut dipergunakan untuk kepentingan pribadi termasuk membeli uang palsu, kambing serta pinjaman kepada orang lain.

Namun saat itu terdakwa masih dalam status penyidikan dan tidak dilakukan penahanan dikarenakan masih dalam masa penahanan kasus berbeda.

“Memang untuk terdakwa Katni ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri Trenggalek karena masih dalam proses penahanan kasus yang lain,” tandas pria berkacamata ini.

Sedang kasus korupsi yang melibatkan terdakwa ketiga adalah Suwanti warga desa Jombok Kecamatan Pule. Diduga Suwanti alias Anti binti Mujadi telah merugikan negara sinilai Rp 111.255 juta yang disalahgunakan wewenangnya ketika pelaksanaan kegiatan simpan pinjam perempuan (SPP) dan dana PNPM pedesaan di UPK .

“Dana tersebut bersumber dari dana APBN dan APBD, dan jika ada kewajiban kelompok yang meminjam untuk segera dikembalikan dengan cara diangsur. Namun ternyata pembayaran melalui terdakwa Suwanti selaku ketua kelompok tidak disetorkan,” imbuhnya.

Saat ini perjalanan ketiganya sudah masuk ke meja hijau dengan agenda persidangan pertama adalah pembacaan terdakwa. Kasus korupsi yang menyeret 3 aparat desa ini dilakukan karena terdakwa tidak mengajukan eksepsi.

Sidang perdana digelar (03/03) kemarin dengan agenda pembacaan dakwaan sedang sidang selanjutnya yaitu pada Kamis (17/03) yang agendanya pembelaan saksi,” pungkas Adri.

Dalam kasus ini terdakwa Endah Minarti dan Katni disangka pasal kesatu Primair pasal 2 subs pasal 3 atau kedua pasal 8 UU Nomor 31 tahun 1999 Jo UU Nomor20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi.

Sedangkan Suwanti alias Anti disangka melanggar kesatu Primair pasal 2 subs pasal 3 atau kedua pasal 9 UU Nomor 31 tahun 1999. Dengan masing-masing ancman pidana minimal 4 tahun maksimal 20 tahun dan denda Rp 200 juta.

“Langkah kedepan apa yang kita ambil tergantung fakta-fakta yang ada dipersidangan nantinya. Namun untuk sementara ketiga terdakwa sudah dipindahkan ke rutan Medaeng Sidoarjo,” pungkasnya. (mil)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional