pariwisata kabupaten trenggalek

Petani Merugi, Panen Padi Usia Dini

  Dibaca : 244 kali
Petani Merugi, Panen Padi Usia Dini
Kondisi puluhan hektar sawah yang roboh akibat serangan hujan
space ads post kiri

* Akibat Intensitas Hujan Tinggi dan Angin Kencang 2 Bulan Terakhir

Memasuki musim penghujan yang terjadi sejak 2 bulan terakhir membuat sejumlah petani sawah merasa was-was. Pasalnya, intensitas curah hujan yang tinggi disertai angin kencang membuat puluhan hektar lahan pertanian roboh.

Seperti yang diketahui, hampir sebagian besar lahan di Kabupaten Trenggalek merupakan lahan pertanian yang ditanami padi.

Meski begitu petani juga sudah memperhitungkan kerugian-kerugian yang dihadapi jelang panen padi dimusim penghujan seperti saat ini.

Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah petani harus memanen padi-padinya diusia yang cukup dini. Robohnya tanaman padi ini nampak terjadi tak hanya dikecamatan kota saja melainkan tersebar dikecamatan lain seperti Karangan, Pogalan, Gandusari dan Kampak.

“Usia padi saat ini memasuki 90 hari, dan sudah banyak yang roboh akibat terpaan angin ketika hujan turun. Hal tersebut terjadi selama kurang lebih sepekan terakhir, dan sudah menjadi langganan tiap tahun disaat musim hujan,” keluh Yani salah seorang petani saat dikonfirmasi Memo X, Rabu (30/03).

Akibatnya petani-petani pun terpaksa memanen lebih dini meskipun bulir yang terdapat didalam padi masih hijau. Tetapi jika tidak dilakukan pemanenan justru padi-padi tersebut akan membusuk dan ditafsir kerugian petani akan semakin besar.

“Seharusnya padi-padi ini dipanen jika sudah memasuki usia 100 sampai 110 hari, dan usia tersebut sudah menjadi patokan para petani untuk siap memanen padi. Namun kali ini berbeda, kita justru memanen tanaman padi yang belum waktunya dipanen,” tandasnya.

Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional