pariwisata kabupaten trenggalek

Anggaran Desa Rp 22 M Naik Menjadi Rp 40 M

  Dibaca : 196 kali
Anggaran Desa Rp 22 M Naik Menjadi Rp 40 M
space ads post kiri

Menanggapi permasalahan terkait minimnya pembinaan penyerapan APBDes disejumlah desa di Kabuparen Trenggalek yang belum terserap, Badan Pemberdayaan Mayarakat (Bapemas) Kabupaten Trenggalek angkat bicara.

kantor Bapemas Kabupaten Trenggalek

kantor Bapemas Kabupaten Trenggalek

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, bahwa pada kunjungan kerja anggota Komisi II DPRD Trenggalek beberapa waktu lalu didesa Dawuhan yang menyebutkan dana APBDes belum terserap sepenuhnya. Saat dikonfirmasi dikantornya, Kepala Badan Pemberdayaan Kabupaten Trenggalek Joko Wasono menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar.

“Jika dalam laporannya seluruh anggaran belum sama sekali diaplikasikan itu salah, justru setiap pembinaan-pembinaan yang kami adakan Kepala Desa sama sekali tidak menggubris hal tersebut. Terus pembinaan yang seperti apa yang dimaksudkan,” ucapnya, Rabu (20/01).

Menurutnya, setelah APDes diresmikan pada (30/12) lalu, Bapemas sudah mentransferkan dana-dana tersebut keseluruh rekening masing-masing desa. Kalaupun pihak Desa tidak mengaplikasikan anggaran-anggaran tersebut sesuai yang dibutuhkan selama 1 tahun nanti, maka itu bukanlah wewenang Bapemas.

“Di sini kami sering kali melakukan pembinaan tentang anggaran desa, sebut saja masalah perabatan jalan. Pihak Bapemas sama sekali tidak membiarkan begitu saja, pengerjaan tersebut dilakukan, pasti ada pembinaan setiap pengeluaran yang dibutuhkan,” tandasnya.

Merasa kecewa atas laporan salah satu Kepala Desa karena minimnya pengawasan serta pembinaan terkait pengaplikasian APBDes, pihaknya kembali menegaskan apakah diperlukan jika semua pekerjaan tersebut dikerjakan pihak Bapemas dan kemudian Desa tinggal menerima hasilnya saja.

Tentu hal ini sangat kontras dengan apa yang sebenarnya sudah dilakukan Bapemas kepada masing-masing desa dikabupaten Trenggalek. Namun atas laporan tersebut Bapemas tak mau ambil resiko kedepannya, dan permasalahan ini segera ditemukan jalan keluarnya.

“Mulai tahun ini akan kami lakukan sistem komputerisasi, agar tidak akan terjadi kembali hal-hal semacam ini. Dan apa-apa anggaran yang dikeluarkan akan terlihat jelas dan mampu dipertanggungjawabkan,” pungkas Joko.

Berbicara masalah jumlah APBDes tahun 2016, pria berkumis ini ,menuturkan bahwa nominalnya mengalami peningkatan ketimbang dengan tahun 2015. Jika ditahun 2015 lalu anggaran desa hanya sekitar Rp 22 Milyar saja, tetapi tahun 2016 mencapai Rp 40 Milyar.(/fal/mil)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional