pariwisata kabupaten trenggalek

Bapak Hohohihe Anak Tiri

  Dibaca : 522 kali
Bapak Hohohihe Anak Tiri
space ads post kiri

Satuan Reserse Kriminal (Satresrim) Polres Trenggalek berhasil meringkus pelaku kasus pencabulan anak dibawah umur, Kamis (21/1). Kasus pencabulan ini dilakukan oleh pelaku bernama Bejan (50) warga Dusun Jatirejo Desa Gandusari Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek terhadap korban berinisial R (14) yang tak lain adalah anak tiri dari pernikahan keduanya.

CABUL: Polisi amankan pelaku pencabulan. (mil)

CABUL: Polisi amankan pelaku pencabulan. (mil)

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran ini berawal pada tahun 2013, pelaku mencoba membujuk korban untuk mau memenuhi nafsu bejatnya. Menurut pengakuan pelaku, dalam melakukan perbuatan selayaknya suami istri tersebut dilakukan pada tengah malam.

Tak heran, istri pelaku tidak mengetahui akan perbuatan yang telah dilakukan suaminya terhadap anak tirinya. Dan segera melaporkan pria yang berprofesi sebagai tukang becak tersebut kepada polisi.

“Pelaku mengancam korban untuk tutup mulut atas apa yang telah diperbuat ayah tirinya kepada ibu kandungnya. Merasa takut atas ancaman tersebut, korban selalu saja menuruti kemauan pelaku,” terang Kapolres Trenggalek AKBP I Made Agus Prasetya S.I.K, M.Hum melalui Kasubag Humas Polres Trenggalek Iptu Adit Suparno dalam keterangan pers rilisnya.

Korban yang berstatus sebagai pelajar disalah satu Kecamatan Gandusari ini terus menyimpan kebohongan tersebut hingga tahun 2016. Entah dengan alasan apa, akhirnya korban melaporkan perlakuan bejat pelaku kepada ibu kandungnya.

“Merasa kesal atas perlakuan suaminya, ibu korban melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Pelaku berhasil diamankan pihak kepolisian saat tengah berada dirumahnya,” imbuh Suparno. Dia menegaskan, atas perbuatan pelaku korban merasa depresi berat. Saat ini pelaku tengah menjalani proses penyidikan dan penyelidikan anggota Satreskrim Polres Trenggalek guna pengembangan kasus lebih lanjut.

“Berangkat dari kasus tersebut, pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis yaitu UU Perlindungan anak Nomor 23 tahun 2002 dan UU PKDRT Nomor 23 tahun 2004 dengan ancaman 15 tahun penjara dan pasal 46 KUHPidana ddengan ancaman 12 tahun penjara,” pungkas perwira pangkat 2 balok di pundaknya.(fal/mil)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional