pariwisata kabupaten trenggalek

Kemunculan Gafatar Ditanggapi Serius Ketua MUI Trenggalek

  Dibaca : 366 kali
Kemunculan Gafatar Ditanggapi Serius Ketua MUI Trenggalek
space ads post kiri

* Ketua MUI : Bisa Memecah Belah NKRI

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Trenggalek turut angkat bicara atas kemunculan organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Menurutnya, ajaran Gafatar bisa memecah belah NKRI di Indonesia.

Ketua MUI Kabupaten Trenggalek KH. Muh. YUSAK AS

Ketua MUI Kabupaten Trenggalek KH. Muh. YUSAK AS

Sejak 2 tahun lalu, pemerintah memang telah melarang ajaran tersebut untuk masuk di Indonesia. Dengan alasan, ajaran tersebut dicurigai adanya paham-paham aliran sesat yang akan ditularkan dalam organisasi tersebut.

“Kemunculan Gafatar di Indonesia memang cukup menghebohkan masyarakat, tetapi saya selaku Ketua MUI di Trenggalek menyampaikan kepada seluruh umat beragam unyuk tetap berpegang teguh pada tiang agamanya masing-masing dan tidak ikut terpengaruh akan keberadaan Gafatar saat ini,” ucap KH. Muh. Yusak AS selaku Ketua MUI Kabupaten Trenggalek saat ditemui dikediamannya, Rabu (21/01).

Yusak menuturkan, aliran tersebut memang menyimpang dari ajaran-ajaran yang selama ini dianut oleh umat beragama. Bahkan masyarakat yang belum mengikuti ajaran tersebut disebut-sebut sebagai orang yang kafir.

Seperti yang telah diketahui, bahwa agama yang diakui di Indonesia diantaranya Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Kong Hu Chu. Manakala ada ajaran diluar itu, pihaknya menegaskan bahwa ajaran yang diajarkan belum tentu benar.

“Adapun Trilogi Kerukunan yang perlu dilakukan guna memperkuat tali persaudaraan antar umat beragama diantaranya kerukunan antar ulama, kerukunan intern agama serta kerukunan antar umat beragama. Jika ini diterapkan, maka saya yakin kemunculan Gafatar tidak akan berpengaruh bagi seluruh umat yang berpegang kuat kepada agamanya masing-masing,” tandasnya.

Bahkan, sepengetahuan Yusak, ajaran tersebut tidak memperbolehkan umat Islam untuk sholat, puasa dan juga haji. Dalam ajaran tersebut, terlihat jelas sangat menyimpang dari aqidah Islam pada umumnya.

Setidaknya, masyarakat lebih peka akan kemunculan Organisasi Gafatar ini karena ditakutkan masyarakat akan lebih mudah terpengaruh akan ajaran-ajaran yang dianut oleh Gafatar.

“Hal ini sangat mempengaruhi keyakinan umat beragama dan perlu adanya tindak lanjut tegas agar keberadaan gafatar tidak meresahkan masyarakat disekitarnya,” pungkasnya. (fal/mil)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional